Tren Fashion Tren FashionPanduan ringkas untuk pembaca yang ingin paham tanpa bertele-tele.
general

Tren Fashion yang Mengubah Cara Kita Berpakaian di Kotalhoksukon

Dari thrifting hingga slow fashion, simak bagaimana tren fashion terkini memengaruhi gaya berpakaian masyarakat Kotalhoksukon.

16 May 2026 · 2 menit baca · oleh Aprilia Liem
Tren Fashion yang Mengubah Cara Kita Berpakaian di Kotalhoksukon

Wanita memadukan baju thrift dengan aksesoris lokal di Kotalhoksukon

Belakangan ini, saya lihat jalanan Kotalhoksukon berubah jadi semacam runway tak resmi. Setiap akhir pekan anak-anak muda nongkrong di kafe pinggir jalan dengan outfit yang keliatannya dipikirin matang-matang tapi santai bangeet. Bukan cuma soal ikut trend global, tapi gimana mereka nafsirin ulang gaya pake sentuhan lokal.

Thrifting: Bukan Sekedar Gaya, Tapi Gerakan

Dulu beli baju bekas dianggap kampungan, sekarang malah jadi kebanggaan. Toko thrift kayak Second Chance di pusat kota selalu rame, terutama akhir pekan. Kata pemiliknya, 70% pembeli adalah gen Z yang cari pakaian unik sambil ngurangin limbah tekstil.

Tren ini sejalan sama laporan Detik Fashion soal meningkatnya minat belanja preloved di kota-kota kecil. Menariknya di Kotalhoksukon, thrifting sering dipadu sama kain tenun khas Aceh—misal jaket denim vintage dipake bareng sarung songket.

Slow Fashion ala Kotalhoksukon

Pengrajin lokal menjahit baju dengan teknik tradisional

Di balik gemerlap fast fashion, ada sekelompok desainer muda mulai ngegalakin "proyek jahit sendiri". Mereka ngadain workshop bulanan di ruang coworking, ngajarin cara modif baju lama atau bikin pola sederhana. Saya sempet ngobrol dengan Rania, salah satu inisiatornya. "Ini bukan cuma soal gaya," katanya sambil nunjukin blus dari kain perca. "Tapi gimana kita kembali memaknai setiap helai pakaian." Gerakan ini perlahan ngubah kebiasaan belanja—dari boros jadi lebih bijak.

Yang tak kalah menarik adalah bangkitnya minat pada aksesoris buatan pengrajin lokal. Kalung dari biji-bijian khas Aceh atau gelang anyam rotan kini sering kelihatan dipadu sama outfit kasual. Toko online kayak Aceh Craft Corner lapor kenaikan penjualan sampe 40% sejak awal tahun.

Mungkin inilah ciri khas fashion Kotalhoksukon: tetap nyaman dipake sehari-hari, tapi punya cerita di setiap detailnya. Saya sendiri mulai sering bereksperimen dengan paduan thrift dan aksesoris handmade—ternyata, gaya yang berkelanjutan justru bikin penampilan lebih otentik.

Perubahan ini nunjukin kalo fashion bukan lagi sekedar ngikutin trend, tapi gimana kita ngekspresiin identitas sekaligus nilai-nilai yang dipegang. Dan di sini, di sudut kecil Aceh ini, gerakan kecil itu justru terasa paling berarti.

Sumber lanjutan: sumber resmi

Tag: #fashion lokal #gaya berkelanjutan #thrifting